Sabtu, 24 Oktober 2026

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN PRIORITAS MANA YANG DIDAHULUKAN Siswa, Guru, Sekolah, Pemerintah, Negara, Dunia

 

MAKALAH

FILSAFAT PENDIDIKAN

PRIORITAS MANA YANG DIDAHULUKAN

Siswa, Guru, Sekolah, Pemerintah, Negara, Dunia

Dosen Pengampu :

 Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I.

 


 

Disusun Oleh Kelompok 7 :

 

Nanda Aulia Saputri                                                             (2501021044)

Pransiska Alvina Nurjannah                                               (2501021046)

 

UNIVERSITAS KH. A. WAHAB HASBULLAH JOMBANG

      PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS AGAMA ISLAM   

2025

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. Karena atas segala limpahan Rahmat dan taufik sehingga kami bisa menyelesaikan penyusunan makalah ini yang ditugaskan oleh Dosen pengampu yakni Dr. M  Dzikrul Hakim Al-ghazali, M. Pd. I. guna memenuhi mata kuliah “ Filsafat Pendidikan” di Universitas UNWAHA JOMBANG

Pada kesempatan ini, kelompok 7 (tujuh) ingin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan partisipasi dan waktu serta berbagai ide-ide maupun pendapatnya masing-masing sehingga makalah mengenai “prioritas pendidikan mana yang di dahulukan antara siswa , guru, sekolah, pemerintah, negara, dunia” dapat diselesaikan.

Makalah mengenai ini disusun dan dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah filsafat pendidikan, dan kami sebagai kelompok 7 menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun pendapat.

Untuk itu, kami dari kelompok 7 mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan makalah ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan hasil pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 12 November 2025

 

 

Penulis

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 3

BAB I PENDAHULUAN.. 4

A.     Latar Belakang. 4

a.     Rumusan Masalah. 4

b.     Tujuan Penulisan. 5

BAB II PEMBAHASAN.. 5

A.     Makna prioritas dalam pendidikan. 5

B.     Analisis Filosofis Terhadap Unsur Pendidikan. 5

C.     Urutan Prioritas Pendidikan Menurut Filsafat Pendidikan. 6

PENUTUP. 7

a.     Kesimpulan. 7

b.     Saran. 7

DAFTAR PUSTAKA.. 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk peradapan manusia. Melalui pendidikan, nilai-nilai moral, ilmu pengetahuan, dan keterampilan hidup diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, dalam pelaksanaan pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apa atau siapa yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pendidikan? Apakah guru sebagai pengajar, siswa sebagai penerima ilmu, sekolah sebagai lembaga, ataukah pemerintah dan Negara sebagai penyelenggara sistem pendidikan?

      Dalam prespektif filsafat pendidikan, prioritas tidak hanya dilihat dari peran praktis, melainkan dari nilai dan tujuan hakiki pendidikan itu sendiri, yaitu pembentukan manusia seutuhnya -baik secara intelektual, moral, maupun spiritual. Oleh karena itu, memhami urutan prioritas ini penting agar kebijakan dan praktik pendidikan tidak kehilangan arah.

 

a.    Rumusan Masalah

1.     Apa yang dimaksud dengan prioritas dalam pendidikan?

2.     Siapa yang menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan: guru, siswa, sekolah,  pemerintah, negara, atau dunia?

3.     Bagaimana pandangan filsafah pendidikan terhadap urutan prioritas tersebut?

 

b.    Tujuan Penulisan

1.     Untuk memahami makna prioritas dalam pendidikan secara filosofis.

2.     Untuk menentukan urutan prioritas pendidikan berdasarkan nilai, fungsi, dan tujuan pendidikan.

3.     Untuk menganalisis peran guru, siswa, sekolah, pemerintah, negara, dan dunia dalam konteks filsafat pendidikan.


 

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Makna prioritas dalam pendidikan

Secara etimologis, prioritas berarti sesuatu yang harus didahulukan karena memiliki kepentingan lebih besar. Dalam konteks pendidikan, prioritas berarti aspek yang paling mendasar dan menentukan arah seluruh proses pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan sejatinya bertujuan untuk menunutun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Prioritas dalam pendidikan adalah keputusan nilai-nilai fundamental tentang apa yang dianggap paling penting dalam proses membentuk manusia dan masyarakat. Ini bukan hanya sekadar alokasi anggaran, melainkan cerminan dari filsafat, tujuan, dan visi sebuah bangsa atau komunitas pendidikan.

 

B.   Analisis Filosofis Terhadap Unsur Pendidikan

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu dari pengajar ke pembelajar. Di balik setiap keputusan mulai dari apa yang diajarkan, bagaimana cara mengajarnya, hingga apa tujuan akhirnya terdapat landasan filosofis yang kokoh. Analisis filosofis bertujuan untuk menggali dan mempertanyakan landasan tersebut. Berikut unsur-unsur pendidikan meliputi :

a.      Siswa (Peserta Didik)

Siswa adalah pusat dan tujuan akhir dari pendidikan. Semua sistem pendidikan dirancang untuk mengembangkan potensi manusia yang terdapat dalam diri siswa. Dalam filsafat Progresivisme John Dewey, siswa dianggap sebagai makhluk aktif yang belajar melalui pengalaman. Oleh sebab itu, priorits utama pendidikan secara filosofis terletak pada siswa.

b.     Guru (Pendidik)

Guru adalah faktor penentu keberhasilan pendidikan. Ia bukan hanya pengajar pengetahuan, tetapi juga pembimbing moral dan pembentuk karakter. Daalam pandangan eksistensialisme, guru membantu siswa menyadai eksistensinya dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Maka, guru menempati posisi kedua setelah siswa dalam urutan prioritas pendidikan.

c.      Sekolah (Lembaga Pendidikan)

Sekolah merupakan lingkungan sosial tempat proses pendidikan berlangsung secara terstruktur. Ia menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai pendidikan, namun secara filosofis sekolah hanyalah sarana, bukan tujuan. Karena itu,, sekolah menempati prioritas ketiga.

d.     Pemerintah dan Negara

Pemerintah berperan dalam mengatur sistem, kebijakan, dan pembiayaaan pendidikan. Dalam pandangan filsafat idealismme, negara bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi ideal bagi pendidikan moral dan intelektual warganya. Namun, fungsi negara bersifat  fasilitatif, bukan subtansial dalam proses pendidikan langsung.

 

 

e.      Dunia (Globalisasi an Pendidikan Internasional)

Dunia Iternasional memengaruhi arah pendidikan melelui teknologi, ekonomi, dan budaya. Namun, prioritas global seharusnya tidak menggeser nilai-nilai lokal dan kemanusiaan lokal dan kemanusiaan universal. Maka, dunia berada di urutan ke lima dalam prioritas.

 

 

C.   Urutan Prioritas Pendidikan Menurut Filsafat Pendidikan

 

Secara filosofis, urutan prioritas pendidikan adalah sebuah tingkatan nilai dan tujuan yang menentukan arah, fokus, dan proses pembagian atau penetuan sumber daya dalam seluruh proses pendidikan. Berikut urutan prioritas pendidikan menurut filsafat pendidikan :

 

Urutan

Unsur pendidikan

Alasan Filosofis

1

Siswa

Subjek utama dan tujuan akhir pendidikan

2

Guru

Pengarah, pembimbing, dan teladan moral

3

Sekolah

Wadah dan sistem tempat pendidikan berlangsung

4

Pemerintah / Negara

Pengatur kebijakan dan penyedia fasilitas

5

Dunia

Pengaruh eksternal dan globalisasi nilai

 


 

PENUTUP

 

a.    Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa prioritas utama dalam pendidikan adalah siswa sebagai subjek utama pembelajaran. Pendidikan pada hakikatnya bukan sekedar proses transfer ilmu, melainkan proses pengembangan potensi manusia. Guru menjadi kunci keberhasilan dalam membimbing siswa mencapai tujuan tersebut. Sekolah, pemerintah, dan dunia adalah faktor pendukung yang berperan melengkapi sistem pendidikan agar berjalan secara efektif dan manusiawi.

b.    Saran

Untuk Pembuat Kebijakan (Negara):

·       Kurangi tingkat birokrasi yang berlebihan dan berikan lebih banyak

·       kebebasan kepada sekolah serta guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kondisi local dan global.

·       Alihkan fokus dari pengawasan yang ketat ke arah pemberdayaan dan dukungan untuk guru dan sekolah.

·       Rancang kurikulum nasional yang menggabungkan identitas bangsa dengan kemampuan global, seperti literasi data, keterampilan abad ke-21, dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Untuk Lembaga Pendidikan (Sekolah):

·       Ciptakan budaya kolaboratif antara guru dan siswa.

·       Jadilah pusat pembelajaran untuk komunitas, bukan hanya bagi siswa.

·       Kepala sekolah perlu bertindak sebagai pemimpin pembelajaran yang mendorong inovasi.

Untuk Pendidik (Guru):

·       Terus tingkatkan kompetensi diri agar berperan sebagai fasilitator dan mentor, bukan hanya sebagai pengajar.

·       Sambungkan materi pelajaran dengan isu-isu yang relevan dalam kehidupan siswa serta tantangan di dunia nyata.

·       Pahami siswa secara keseluruhan, termasuk potensi, latar belakang, dan keunikan masing-masing.

Untuk Masyarakat Global:

·       Tingkatkan kerja sama antarnegara untuk berbagi praktek terbaik dalam Pendidikan dan mengatasi kesenjangan akses Pendidikan di seluruh dunia.

Dengan memprioritaskan sinergi, Pendidikan dapat menjadi kekuatan transformative yang menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbudi pekerti, mampu beradaptasi, dan siap untuk menghadapi masa depan yang kompleks

DAFTAR PUSTAKA

 

Dewey, John. (1916). Democracy and Education.

New York: Macmillan.

Freire, Paulo. (1970). Pedagogy of the Oppressed.

New York: Herder and Herder.

Nugroho, Budi. (2018). Filsafat Pendidikan: Mencari Makna Pendidikan yang Hakiki.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

UNESCO. (2015). Rethinking Education: Towards a Global Common Good?

Paris: UNESCO Publishing.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar