MAKALAH
FILSAFAT
PENDIDIKAN
PRIORITAS
MANA YANG DIDAHULUKAN
Siswa,
Guru, Sekolah, Pemerintah, Negara, Dunia
Dosen
Pengampu :
Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I.
Disusun
Oleh Kelompok 7 :
Nanda
Aulia Saputri (2501021044)
Pransiska
Alvina Nurjannah (2501021046)
UNIVERSITAS KH. A. WAHAB HASBULLAH JOMBANG
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS AGAMA ISLAM
2025
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah
Swt. Karena atas segala limpahan Rahmat dan taufik sehingga kami bisa
menyelesaikan penyusunan makalah ini yang ditugaskan oleh Dosen pengampu yakni Dr.
M Dzikrul Hakim Al-ghazali, M. Pd. I. guna
memenuhi mata kuliah “ Filsafat Pendidikan” di Universitas UNWAHA JOMBANG
Pada kesempatan ini, kelompok 7 (tujuh)
ingin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan
partisipasi dan waktu serta berbagai ide-ide maupun pendapatnya masing-masing
sehingga makalah mengenai “prioritas pendidikan mana yang di dahulukan antara
siswa , guru, sekolah, pemerintah, negara, dunia” dapat diselesaikan.
Makalah mengenai ini disusun dan dibuat
untuk memenuhi tugas dari mata kuliah filsafat pendidikan, dan kami sebagai kelompok
7 menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam penulisan
maupun pendapat.
Untuk itu, kami dari kelompok 7 mohon maaf
jika ada kesalahan pada penulisan makalah ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat
bermanfaat dalam meningkatkan hasil pendidikan dan meningkatkan sumber daya
manusia yang berkualitas.
Rabu,
12 November 2025
Penulis
DAFTAR
ISI
A. Makna
prioritas dalam pendidikan
B. Analisis
Filosofis Terhadap Unsur Pendidikan
C. Urutan
Prioritas Pendidikan Menurut Filsafat Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk peradapan
manusia. Melalui pendidikan, nilai-nilai moral, ilmu pengetahuan, dan
keterampilan hidup diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, dalam
pelaksanaan pendidikan, muncul pertanyaan mendasar: apa atau siapa yang
seharusnya menjadi prioritas utama dalam pendidikan? Apakah guru sebagai
pengajar, siswa sebagai penerima ilmu, sekolah sebagai lembaga, ataukah
pemerintah dan Negara sebagai penyelenggara sistem pendidikan?
Dalam prespektif filsafat pendidikan,
prioritas tidak hanya dilihat dari peran praktis, melainkan dari nilai dan
tujuan hakiki pendidikan itu sendiri, yaitu pembentukan manusia seutuhnya -baik
secara intelektual, moral, maupun spiritual. Oleh karena itu, memhami urutan
prioritas ini penting agar kebijakan dan praktik pendidikan tidak kehilangan
arah.
a. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan prioritas dalam pendidikan?
2.
Siapa yang menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan:
guru, siswa, sekolah, pemerintah,
negara, atau dunia?
3.
Bagaimana pandangan filsafah pendidikan terhadap urutan
prioritas tersebut?
b.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk memahami makna prioritas dalam pendidikan secara
filosofis.
2.
Untuk menentukan urutan prioritas pendidikan berdasarkan
nilai, fungsi, dan tujuan pendidikan.
3.
Untuk menganalisis peran guru, siswa, sekolah, pemerintah,
negara, dan dunia dalam konteks filsafat pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Makna prioritas dalam pendidikan
Secara etimologis, prioritas berarti sesuatu
yang harus didahulukan karena memiliki kepentingan lebih besar. Dalam konteks
pendidikan, prioritas berarti aspek yang paling mendasar dan menentukan arah
seluruh proses pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan sejatinya
bertujuan untuk menunutun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka
sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Prioritas
dalam pendidikan adalah keputusan nilai-nilai fundamental tentang apa yang
dianggap paling penting dalam proses membentuk manusia dan masyarakat. Ini
bukan hanya sekadar alokasi anggaran, melainkan cerminan dari filsafat, tujuan,
dan visi sebuah bangsa atau komunitas pendidikan.
B.
Analisis Filosofis Terhadap Unsur Pendidikan
Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu dari
pengajar ke pembelajar. Di balik setiap keputusan mulai dari apa yang
diajarkan, bagaimana cara mengajarnya, hingga apa tujuan akhirnya terdapat
landasan filosofis yang kokoh. Analisis filosofis bertujuan untuk menggali dan
mempertanyakan landasan tersebut. Berikut unsur-unsur pendidikan meliputi :
a.
Siswa (Peserta Didik)
Siswa adalah pusat dan tujuan akhir
dari pendidikan. Semua sistem pendidikan dirancang untuk mengembangkan potensi
manusia yang terdapat dalam diri siswa. Dalam filsafat Progresivisme John
Dewey, siswa dianggap sebagai makhluk aktif yang belajar melalui pengalaman.
Oleh sebab itu, priorits utama pendidikan secara filosofis terletak pada siswa.
b.
Guru (Pendidik)
Guru adalah faktor penentu
keberhasilan pendidikan. Ia bukan hanya pengajar pengetahuan, tetapi juga
pembimbing moral dan pembentuk karakter. Daalam pandangan eksistensialisme,
guru membantu siswa menyadai eksistensinya dan bertanggung jawab atas pilihan
hidupnya. Maka, guru menempati posisi kedua setelah siswa dalam urutan
prioritas pendidikan.
c.
Sekolah (Lembaga Pendidikan)
Sekolah merupakan lingkungan sosial
tempat proses pendidikan berlangsung secara terstruktur. Ia menjadi wadah
aktualisasi nilai-nilai pendidikan, namun secara filosofis sekolah hanyalah
sarana, bukan tujuan. Karena itu,, sekolah menempati prioritas ketiga.
d.
Pemerintah dan Negara
Pemerintah berperan dalam mengatur
sistem, kebijakan, dan pembiayaaan pendidikan. Dalam pandangan filsafat
idealismme, negara bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi ideal bagi
pendidikan moral dan intelektual warganya. Namun, fungsi negara bersifat fasilitatif, bukan subtansial dalam proses
pendidikan langsung.
e.
Dunia (Globalisasi an Pendidikan Internasional)
Dunia Iternasional memengaruhi arah
pendidikan melelui teknologi, ekonomi, dan budaya. Namun, prioritas global
seharusnya tidak menggeser nilai-nilai lokal dan kemanusiaan lokal dan
kemanusiaan universal. Maka, dunia berada di urutan ke lima dalam prioritas.
C. Urutan Prioritas
Pendidikan Menurut Filsafat Pendidikan
Secara filosofis, urutan prioritas
pendidikan adalah sebuah tingkatan nilai dan tujuan yang menentukan arah,
fokus, dan proses pembagian atau penetuan sumber daya dalam seluruh proses
pendidikan. Berikut urutan prioritas pendidikan menurut filsafat pendidikan :
|
Urutan |
Unsur pendidikan |
Alasan Filosofis |
|
1 |
Siswa |
Subjek utama dan tujuan akhir pendidikan |
|
2 |
Guru |
Pengarah, pembimbing, dan teladan moral |
|
3 |
Sekolah |
Wadah dan sistem tempat pendidikan berlangsung |
|
4 |
Pemerintah / Negara |
Pengatur kebijakan dan penyedia fasilitas |
|
5 |
Dunia |
Pengaruh eksternal dan globalisasi nilai |
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa prioritas
utama dalam pendidikan adalah siswa sebagai subjek utama pembelajaran.
Pendidikan pada hakikatnya bukan sekedar proses transfer ilmu, melainkan proses
pengembangan potensi manusia. Guru menjadi kunci keberhasilan dalam membimbing
siswa mencapai tujuan tersebut. Sekolah, pemerintah, dan dunia adalah faktor
pendukung yang berperan melengkapi sistem pendidikan agar berjalan secara
efektif dan manusiawi.
b. Saran
Untuk Pembuat Kebijakan (Negara):
·
Kurangi tingkat birokrasi yang berlebihan dan berikan lebih
banyak
·
kebebasan kepada sekolah serta guru dalam mengembangkan
kurikulum yang sesuai dengan kondisi local dan global.
·
Alihkan fokus dari pengawasan yang ketat ke arah pemberdayaan
dan dukungan untuk guru dan sekolah.
·
Rancang kurikulum nasional yang menggabungkan identitas
bangsa dengan kemampuan global, seperti literasi data, keterampilan abad ke-21,
dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Untuk Lembaga Pendidikan (Sekolah):
·
Ciptakan budaya kolaboratif antara guru dan siswa.
·
Jadilah pusat pembelajaran untuk komunitas, bukan hanya bagi
siswa.
·
Kepala sekolah perlu bertindak sebagai pemimpin pembelajaran
yang mendorong inovasi.
Untuk Pendidik (Guru):
·
Terus tingkatkan kompetensi diri agar berperan sebagai
fasilitator dan mentor, bukan hanya sebagai pengajar.
·
Sambungkan materi pelajaran dengan isu-isu yang relevan dalam
kehidupan siswa serta tantangan di dunia nyata.
·
Pahami siswa secara keseluruhan, termasuk potensi, latar
belakang, dan keunikan masing-masing.
Untuk Masyarakat Global:
·
Tingkatkan kerja sama antarnegara untuk berbagi praktek terbaik
dalam Pendidikan dan mengatasi kesenjangan akses Pendidikan di seluruh dunia.
Dengan memprioritaskan
sinergi, Pendidikan dapat menjadi kekuatan transformative yang menghasilkan
individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbudi
pekerti, mampu beradaptasi, dan siap untuk menghadapi masa
depan yang kompleks
DAFTAR PUSTAKA
Dewey, John. (1916). Democracy and Education.
New York: Macmillan.
Freire, Paulo. (1970). Pedagogy of the Oppressed.
New York: Herder and Herder.
Nugroho, Budi. (2018). Filsafat Pendidikan: Mencari Makna
Pendidikan yang Hakiki.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
UNESCO. (2015). Rethinking Education: Towards a Global Common
Good?
Paris: UNESCO Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar