MAKALAH
PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling
Dosen
Pengampu:
Aufia
Aisa, M.Pd.I
Disusun
Oleh:
Sandi
Ahmad Awaludin
2501021043
Lailatul
Ulfa 2501021058
Much.
Zuchal Arif
2501021041
PROGRAM
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
K.H. A.WAHAB HASBULLAH
TAMBAKBERAS
JOMBANG
2026/2027
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kami ucapkan
kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, shalawat serta salam kami
haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
Makalah yang berjudul "Perkembangan Peserta Didik" dengan lancar dan
tepat waktu.
Makalah
ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling, dengan
keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki dalam pembuatan Makalah ini,
kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi. Kami
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Aufia Aisa, M.Pd.I. Selaku Dosen Pembimbing
mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
Sebagai
manusia biasa, kami sadar bahwa dalam pembuatan Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu penulis berharap akan adanya masukan yang membangun
sehingga dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun pembaca Makalah ini.
Jombang,14
Oktober 2026
Penulis
DAFTAR ISI
A. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
C.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
2.Perubahan dalam
Perbandingan
3.Perubahan untuk
Mengganti Hal-Hal yang Lama
4.perubahan untuk
Memperoleh Hal-Hal yang Baru
D.
CIRI-CIRI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan sebagai suatu proses
perubahan yang bersifat progresifdan menyebabkan tercapainya kemampuan dan
karakteristik psikis yang baru. Perkembangan ini tidak terlepas dari perubahan
yang terjadi pada struktur biologis, meskipun tidak semua perubahan kemampuan
dan sifat psikis dipengaruhi oleh perubahan struktur biologis. Perubahan
kemampuan dan karakteristik psikis sebagai hasil dari perubahan dan kesiapan
struktur biologis sering dikenal dengan istilah “kematangan".
Pertumbuhan, kematangan, dan perkembangan
merupakan proses yang saling berkaitan dan merupakan perubahan yang berasal
dari dalam diri anak. Tidak berarti bahwa faktor lingkungan tidak memegang
peranan. Pertumbuhan dan kematangan dapat dipercepat dengan
rangsangan-rangsangan dari lingkungan dalam batas-batas tertentu, perkembangan
dapat dicapai karena adanya proses belajar dan proses belajar hanyalah mungkin
berhasil jika telah ada kematangan.
Sudah jelas bahwa manusia, sebagai makhluk
sosial dan
individu, tidak terlepas dari berbagai pengaruh yang datang dari faktor
internal dan eksternal. Oleh karena itu, Perkembangan dan pertumbuhan terkait
erat dengan hakikat
manusia. Selama hidupnya, manusia mengalami perkembangan dan
pertumbuhan. Perkembangan dan pertumbuhan
adalah proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang untuk
mendewasakan diri mereka sendiri. Proses perubahan sikap ini disebut
perkembangan dan pertumbuhan.
Perkembangan dan pertumbuhan yang dialami manusia merupakan dua hal
berbeda, namun keduanya saling
berkaitan, satu sama lain tidak dapat dipisahkan.Perkembangan dan pertumbuhan
berkaitan dengan proses di mana sikap manusia berubah.
B.
Rumusan Masalah
1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
2. Teori-teori perkembangan
3. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan
4. Ciri-ciri perkembangan peserta didik
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu pengertian pertumbuhan
dan perkembangan
2. Untuk mengetahui teori-teori perkembangan
3. Untuk mengetahui apa perbedaan pertumbuhan
dan perkembangan
4. Untuk mengetahui ciri-ciri perkembangan
peserta didik
5. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua
istilah yang selalu digunakan dalam psikologi. Sebagian psikolog memandang
kedua istilah berbeda, namun sebagian yang lain memandang di dalam istilah
perkembangan tercakup makna pertumbuhan. Secara umum kedua istilah ini memiliki
persamaan dan perbedaan. Persamaannya kedua berkaitan dengan perubahan pada
diri individu. Perbedaannya pada jenis perubahan yang terjadi.
Pertumbuhan merupakan perubahan yang
terjadi secara kuantitatif yang meliputi peningkatan ukuran dan struktur.
Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah,
ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat,
ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolik.[1]
Pertumbuhan adalah suatu proses
bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organism yang disertai dengan pertambahan
ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat
kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, di mana
suatu organisme yang kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan
waktu.
Perkembangan adalah bertambah kemampuan atau
skill dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur
dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan menyangkut
adanya proses pematangan sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem
organ yang berkembang dengan menurut caranya, sehingga dapat memenuhi
fungsinya.
Perkembangan berarti segala perubahan
kualitatif dan kuantitatif yang menyertai pertumbuhan dan proses kematangan
manusia. Perkembangan merupakan proses menyeluruh ketika individu beradapatasi
dengan lingkungannya. perkembangan terjadi sepanjang kehidupan manusia dengan
tahapan tahapan tertentu. Perkembangan manusia dimulai sejak masa bayi sampai
usia lanjut.
Pada dasarnya dua proses perkembangan
yaitu pertumbuhan atau evolusi dan kemunduran atau involusi terjadi secara
serentak dalam kehidupan manusia. Namun demikian kedua proses ini tidak pernah
berhenti sepanjang kehidupan manusia. Pada saat anak-anak pertumbuhan fisik
menjadi primadona pertumbuhan dibandingkan bagian lainnya, tetapi pada usia
lanjut kemunduran fisik dan perubahan alam pikiran lebih banyak berubah
daripada yang lain.
Ada tiga macam teori perkembangan di
antaranya:
1. teori yang bersifat deduktif;
2. teori yang bersifat induktif;
3. teori yang bersifat fungsional.
Teori yang bersifat deduktif memberikan
keterangan yang dimulai dari perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke
aasth data yang akan diterangkan.Teori yang induktif terkait dengan cara
menerangkan dari data ke arah teori.Dalam bentuk ekstrem, titik pandang yang
positivistis dijumpai pada kaum behaviorist. Dalam teori yang fungsional tampak
suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoretis, yaitu data yang
memengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali memengaruhi data.
Berdasarkan
tiga pembagian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai
berikut.
1. Teori menunjuk pada kelompok hukum yang
tersusun secara logis. Hukum- hukum tersebut biasanya mempunyai sifat hubungan
yang deduktif. Hukum menunjukkan hubungan antara variabel-variabel empiris yang
bersifat ajek dan dapat diramal sebelumnya.
2. Teori merupakan rangkuman tertulis
mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam bidang
tertentu. Dalam hal ini, orang memulainya dari data yang diperoleh kemudian
terbentuk konsep yang teoretis.
3. Teori menunjuk pada suatu cara menerangkan
yang menggeneralisasi. Terkait dengan hal tersebut, biasanya terdapat hubungan
yang fungsional antara data dan pendapat yang teoretis.
Berdasarkan keterangan tersebut, teori
dapat diartikan sebagai suatu konsepsualisasi umum yang diperoleh secara
sistematis. Teori harus dapat diuji kebenarannya. Teori mempunyai dasar empiris
yang dapat memandang gejala yang dihadapi dari sudut yang berbeda- beda.
Misalnya, dengan menerangkan, tetapi dapat pula dengan menganalisis dan
menginterpretasi secara kritis[2].
Menurut
salah satu teori, yaitu teori Buhler ada lima tingkat perkembangan psikis
seseorang, yakni:
1. permulaan,
2. penanjakan,
3. puncak masa hidup (25-50 tahun),
4. penurunan, dan
5. akhir kehidupan.
Dalam
perkembangan fisik ada 4 titik balik yang menen- tukan, yaitu;
1. permulaan kemasakan seksual pada anak
laki-laki ± 15 tahun, pada anak wanita ± 13 tahun;
2. penghentian pertumbuhan jasmani wanita ±
18 tahun, laki-laki ± 25 tahun;
3. akhir masa subur wanita 40 46 tahun, laki
laki masih belum ada kejelasan;
4. permulaan kemunduran biologis ± 50 tahun.
Umumnya,
para pakar psikologi menyatakan bahwa masa penanjakan manusia berlangsung
sampai usia 25 tahun. Sesudah itu datang masa yang relatif stabil, yaitu puncak
masa hidup, dan akhirnya datang masa kemunduran biologis. Meskipun kemunduran
biologis, merupakan suatu fakta yang nyata, tetapi masih belum dapat ditentukan
apakah juga ada suatu kemunduran dalam fungsi psikis[3].
C.PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Dalam kehidupan manusia, ada dua proses
yang beroperasi secara cotinue, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.
Kedua proses ini saling bergantung satu sama lain, sehingga tidak dapat
dipisah-pisahkan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif, yaitu peningkatan
ukuran dan struktur. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai
hasil dari proses pematangan fungsi- fungsi fisik yang berlangsung secara
normal dari anak yang sehat sepanjang waktu.
Pertumbuhan merujuk pada perubahan kuantitas,
yaitu perubahan yang dapat dihitung atau diukur, seperti tinggi dan berat
badan. Sementara itu, menurut Ahmad Thonthowi ia adalah salah satu tokoh
literatur psikologi pendidikan berpendapat bahwa pertumbuhan adalah perubahan
jasad yang ukurannya meningkat sebagai akibat dari perbanyakan sel-sel. Hasil
pertumbuhan antara lain bertambahnya ukuran-ukuran kuantitatif badan anak,
seperti panjang, berat, dan kekuatan. Pertumbuhan juga mencakup perubahan yang
makin sempurna tentang sistem jaringan saraf dan perubahan- perubahan struktur
jasmani lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai
proses perubahan dan pematangan fisik. Manusia merupakan makhluk paling sempurna
yang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan secara sistematis. Proses
pertumbuhan manusia pada awalnya bersifat meningkat, kemudian menetap, dan
mengalami kemunduran sejalan dengan bertambahnya usia. Adapun perkembangan
relatif berkelanjutan, sepanjang individu yang bersangkutan tetap
memeliharanya. Jadi, pertumbuhan lebih mengarah pada kemajuan fisik atau
pertumbuhan tubuh sampai pada masa tertentu, sedangkan perkembangan lebih
mengarah pada kemajuan mental atau perkembangan rohani yang berkembang
sepanjang hayat.
Pertumbuhan adalah satu pertambahan atau
kenaikan dalam ukuran dari bagian-bagian tubuh atau organisme sebagai suatu
keseluruhan. Perkembangan sebagai perubahan yang berkesinambungan dan progresif
dalam organisme dari lahir sampai mati. Pertumbuhan yang normal dari seorang
anak akan memengaruhi perkembangannya dari segi mental dan intelektualnya.
Kesiapan mental dan intelektual seorang anak menunjukkan tingkat kecerdasannya
dalam dunia pendidikan. Hal tersebut dikarenakan masuknya anak ke jenjang
pendidikan adalah peristiwa penting yang menyebabkan perubahan sikap, nilai,
dan perilaku.
Dalam kehidupan anak, ada dua proses yang
terjadi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini
tidak dapat berdiri sendiri dan saling bergantung satu sama lain. Namun, kedua
proses ini dapat dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.
Pendidikan merüpakan salah satu wadah yang
berfungsi membekali anak untuk berinteraksi, memahami, dan bersosialisasi dalam
hidup bermasyarakat. Di samping itu, pendidikan juga merupakan kegiatan yang
terorganisasi untuk membantu anak menghadapi masa depan. Dengan demikian,
pendidikan seharusnya menjadi upaya dalam mengembangkan potensi anak, melatih
pengamatan, mengambil keputusan, merangsang pemikira dan imajinasi, serta
memperdalam pemahaman dan memperkuat konsentrasi.
Pertumbuhan berhubungan dengan perubahan
kuantitatif dalam hal peningkatan ukuran dan perubahan struktur biologis. Di
samping itu, pertumbuh an dapat didefinisikan sebagai proses transmisi dari konstitusi
fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses
aktif yang berkesinambungan. Hasil pertumbuhan berupa peningkatan ukuran ukuran
kuantitatif dari individu, yaitu panjang, berat, dan kekuatan. Tidak hanya itu,
pertumbuhan juga mencakup perubahan pada sistem jaringan saraf yang sema kin
sempurna.
Pertumbuhan jasmaniah dapat diketahui
dengan cara mengukur berat, panjang, dan ukuran lingkarannya. Misalnya,
lingkaran kepala, lingkaran dada,lingkaran pinggul, dan lingkaran lengan.
Kecepatan pertumbuhan dari setiap bagian tubuh berbeda-beda. Misalnya,
pertumbuhan alat kelamin berlangsung paling lambat pada masa kanak-kanak,
tetapi mengalami percepatan pada masa pubertas (remaja). Sebaliknya,
pertumbuhan susunan saraf pusat berlangsung paling cepat pada masa kanak-kanak
kemudian menjadi lambat pada akhir masa kanak-kanak, dan relatif pada masa
pubertas.
Setiap bagian tubuh mengalami pertumbuhan
dengan kecepatan yang berbeda-beda. Akibatnya, terdapat perbedaan dalam
keseluruhan proporsi tubuh dan menyebabkan perbedaan dalam fungsinya. Misalnya,
kepala bayi relatif lebih besar, sedangkan kaki dan tangannya relatif pendek
jika dibandingkan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, perbandingan tubuh
dan anggota tubuh hampir sama panjangnya. Pada anak usia 2 tahun, pertengahan
badan berada di sekitar pusar, sedangkan pada orang dewasa, pertengahan badan
berada di atas tulang kemaluan. Contoh lain yaitu pertumbuhan mata lebih cepat
daripada pertumbuhan otot-otot tangan dan kaki.
Faktor-faktor
yang memengaruhi pertumbuhan yang kurang normal pada individu ada
bermacam-macam, yaitu sebagai berikut.
Pertama, faktor-faktor yang terjadi pada
janin sebelum lahir atau masih dalam kandungan. Misalnya, ibu dan janin
kekurangan nutrisi, janin terkena virus, keracunan pada janin, terkena infeksi
oleh bakteri sipilis, serta terkena penyakit seperti gabag, TBC, kolera, tifus,
gondok, dan diabetes.
Kedua, faktor ketika lahir atau saat
kelahiran (natal). Misalnya, intracranial haemorage atau pendarahan pada
bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu
dilahirkan. Di samping itu, dapat juga disebabkan oleh efek susunan saraf
pusat, karena proses kelahiran bayi dilakukan dengan bantuan tang (tangverlossing).
Ketiga, faktor yang dialami bayi sesudah
lahir (post natal). Misalnya, pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian
dalam terluka karena kepala bayi (janin) terpukul, atau mengalami serangan
sinar matahari (zonnestiek). Infeksi pada otak atau selaput otak, misalnya
penyakit cerebral meningitis, gabag, malaria trapioka, dan
dyteria.
Keempat, faktor psikologis seperti bayi
ditinggalkan ibu, ayah, atau kedua orangtuanya. Penyebab lainnya yaitu anak
dititipkan ke suatu lembaga, seperti rumah sakit, rumah yatim piatu, dan
yayasan perawatan bayi sehingga anak tersebut mendapat perawatan jasmaniah dan
kasih sayang orangtua yang sangat kurang. Anak-anak tersebut mengalami
kehampaan psikis (innanitie psikis) sehingga pertumbuhan pada semua
fungsi jasmaniah lambat. Pertumbuhan fisik memang berpengaruh pada perkembangan
psikologis, begitu juga sebaliknya faktor psikologis berpengaruh pada
pertumbuhan fisik.
Perubahan
yang terjadi pada individu yang berkaitan dengan perubahan fisik maupun psikis
dapat dibagi menjadi 4 (empat) kategori utama, yaitu: (1) perubahan dalam
ukuran; (2) perubahan dalam perbandingan; (3) perubahan untuk mengganti hal-hal
yang lama; dan (4) perubahan untuk memperoleh hal-hal yang baru.
1.
Perubahan dalam
Ukuran
Perubahan dalam ukuran berupa
pertambahan ukuran panjang, tinggi, ataupun berat badan. Misalnya, ketika dilahirkan,
bayi memiliki berat badan sekitar 3,4 kg kemudian terus bertambah menjadi 8-9
kg pada umur 6 bulan. Demikian juga dengan panjang tubuhnya, ketika dilahirkan
bayi memiliki panjang 49 cm kemudian terus tumbuh menjadi 61 cm ketika berumur
1 tahun. Organ-organ tubuh lainnya juga mengalami perubahan ukuran, antara lain
volume otak yang disebabkan oleh perubahan kemampuan dalam pola pikir. Terkait
dengan hal tersebut, jumlah suku kata yang dikuasai semakin banyak sejalan
dengan bertambahnya umur. Awalnya, ketika masih bayi hanya dapat mengucapkan
satu atau dua kata saja, tetapi pada umur 1,5 tahun anak sudah bisa mengucapkan
rangkaian suku kata menjadi perkataan-perkataan yang bermakna dan ada
hubungannya dengan objek tertentu. Tidak hanya itu, kemampuan mengenal
objek-objek di lingkungannya juga bertambah sedikit demi sedikit.
2.Perubahan
dalam Perbandingan
Apabila melihat tubuh anak secara
fisik, terjadi perubahan yang proporsional antara kepala, anggota badan, dan
anggota gerak. Misalnya, perbandingan antara besarnya kepala dan anggota badan.
Semakin bertambahnya usia, kepala dan anggota badan semakin membesar, tetapi
pada usia akhir belasan tahun perbandingan kepala dan anggota badan menetap.
Perubahan secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental.
Perbandingan antara sesuatu yang tidak riil, khayalan dengan hal-hal yang
rasional semakin membesar. Artinya, pada anak-anak masih sering mengkhayal dan
sedikit realita, tetapi semakin lama akan semakin berubah menjadi banyak
realita dan sedikit mengkhayal, Perkembangan sosial anak juga mengalami
perubahan. Ketika masih berusia 3 tahun masa bermain sendiri, semakin bertambah
usia mulai bermain dengan saudara- saudaranya, lalu bermain dengan anak-anak
tetangga, kemudian sejalan dengan bertambahnya usia bermain dengan anak-anak
lain pada lingkungan yang lebih luas.
3.Perubahan
untuk Mengganti Hal-Hal yang Lama
Bayi mempunyai kelenjar thymus di
daerah dada yang sedikit demi sedikit mengalami penyusutan (atrophy) dan
menghilang setelah dewasa. Di samping itu, bayi juga mempunyai rambut-rambut
yang semakin lama akan menghilang. Bahasa bayi yang umumnya tidak jelas dan
terkadang masih berbicara cadel semakin menghilang diganti dengan perkataan
yang lebih jelas artinya dan dapat dipahami oleh lawan bicaranya. Kebiasaan
untuk merangkak akan menghilang dan berganti dengan berjalan sesuai dengan
meningkatnya kemampuan motoriknya. Emosi juga mengalami perubahan ke arah
kemampuan menunda emosi sehingga lebih terkontrol. Kebiasaan untuk melakukan
sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit akan
hilang. Kebiasaan mengompol akan hilang dan anak akan mampu mengatur otot dan
sarafnya yang berhubungan dengan pengaturan saluran dan kantung seni. Pada
anak-anak, gigi susu akan tanggal satu demi satu diganti dengan gigi tetapra[4].
4.Berubah
untuk Memperoleh Hal-Hal yang Baru
Dalam menjalani kehidupannya sebagai
individu, ada banyak hal baru yang diperoleh individu selama perkembangannya,
sesuai dengan keadaan dan tahapan perkembangannya. Misalnya, ketika lahir, bayi
belum mempunyai gigi kemudian gigi tersebut akan tumbuh jika sudah waktunya.
Oleh karena itu, bayi memperoleh atau menambah sesuatu yang baru yang pada
awalnya belum ada. Menjelang remaja atau ketika pubertas, tumbuh rambut-rambut
ketiak, rambut- rambut sekitar alat kelamin, dan tumbuh kumis pada laki-laki
akibat mulai berfungsinya kelenjar-kelenjar kelamin. Tanda-tanda ini dikenal
dengan istilah tanda-tanda kelamin skunder. Nilai dan norma-norma semakin
meningkat. Berbagai pengetahuan akan diperoleh, terutama dari lingkungan
pendidikan formal.
Manusia tetap memperoleh hal-hal baru
dalam perkembangannya, terutama yang berkaitan dengan psikis. Pada manusia
terdapat kebutuhan untuk memperoleh dan mengetahui sesuatu. Jika kebutuhan ini
tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan dan masalah secara psikis.
Selanjutnya, ketika seorang anak mulai masuk sekolah, intensitas dan dorongan
untuk memperoleh sesuatu baru mulai berkurang karena belajar di sekolah pada
dasarnya merupakan kegiatan mengetahui dan memperoleh sesuatu yang baru secara
bertahap dan direncanakan. Sebagian besar kegiatan anak untuk memperoleh
hal-hal baru sebagaimana dapat dilihat kegiatan anak di dalam kegiatan
pembelajaran di sekolah dan di luar sekolah.
Kehidupan psikis anak merupakan
kegiatan yang berlanjut dan terus mening- kat yang dapat dilihat dari tingkah
lakunya. Misalnya, seorang anak yang bosan dengan mainannya karena sudah tidak
menarik lagi baginya dan ingin mainan yang baru. Pada remaja sering terlihat
sifat bosan dan ingin selalu melakukan dan memperoleh sesuatu yang baru
terhadap benda ataupun yang berhubungan dengan kepuasan secara psikis.
Misalnya, mengikuti mode yang sesuai dengan perkembangan zaman, sekalipun mode
yang baru ini menjadi sangat relatif dan merupakan fungsi dari perubahan waktu,
bisa lama atau cepat. Kebutuhan untuk memperoleh dan mencari sesuatu yang baru
merupakan dorongan yang menjadi sebagian ciri kepribadian yang berbeda-beda
pada setiap orang dan pada setiap tingkatan tahapan perkembangannya[5].
D.CIRI-CIRI
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Beberapa ciri perkembangan pada individu,
adalah sebagai berikut:
1)
Terjadinya
perubahan ukuran dalam (a) aspek fisik: perubahan tinggi dan berat badan serta
organ-organ tubuh lainnya, dan (b) aspek psikis: semakin bertambahnya
perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berfikir, mengingat, serta menggunakan
imajinasi.
2)
Terjadinya
perubahan proporsi dalam (a) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai
fase perkembangannya, dan pada usia remaja proporsi tubuh anak mendekati
proporsi tubuh usia dewasa; dan (b) aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang
fantasi ke realitas, dan perubahan perhatiannya dari yang tertuju kepada
dirinya sendiri perlahan- lahan beralih kepada orang lain (khususnya teman
sebaya).
3)
Lenyapnya tanda-tanda lama dalam (a) aspek
fisik: lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-kanak) yang terletak pada
bagian dada, rambut halus, dan gigi susu; dan (b) aspek psikis: lenyapnya masa mengosch
(meraban), bentuk gerak-gerik kanak- kanak (seperti merangkak) dan perilaku
impulsif (melakukan sesuatu sebelum berfikir).
4)
Munculnya
tanda-tanda baru dalam (a) aspek fisik: tumbuh dan pergantian gigi dan
matangnya organ-organ seksual pada usia remaja, baik primer (menstruasi pada
wanita dan mimpi basah pada pria) maupun sekunder (membesarnya pinggul dan buah
dada pada wanita, tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria); dan (b)
aspek psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama menstruasi pada wanita
dan mimpi basah pada pria) maupun sekunder (membesarnya pinggul dan buah dada
pada wanita, tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria); dan (b) aspek
psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berhubungan dengan ilmu
pengetahuan, lingkungan alam, nilai-nilai moral dan agama[6].
E.FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan
dan perkembangan manusia sangat penting, karena tanpa pertumbuhan dan
perkembangan, manusia tidak akan pernah tumbuh menjadi besar dan berkembang.
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia telah terjadi sejak di dalam
kandungan. Embrio yang ada di dalam rahim terus tumbuh dan berkembang menjadi
janin yang sempurna. Pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim
disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya gizi yang seimbang. Janin yang
kekurangan gizi dan nutrisi tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna.
Pola pertumbuhan dan
perkembangan secara normal akan berbeda pada setiap anak, karena dipengaruhi
oleh interaksi banyak faktor. Faktor yang memengaruhi tumbuh kembang dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal.
1.
Faktor Internal
Faktor
internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada manusia sebagai
berikut.
a. Genetik
Faktor
genetik akan memengaruhi kecepatan pertumbuhan dan kematangan tulang, alat
seksual, serta saraf sehingga merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang. Manusia memiliki gen yang berfungsi menurunkan sifat ke
keturunannya. Gen tersebut tersimpan di dalam kromosom. Gen sangat dominan
dalam menentukan ciri dan sifat manusia, misalnya bentuk tubuh, tinggi, warna
kulit, alis, dan mata. Di samping itu, gen juga memengaruhi sistem metabolisme
manusia sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Manusia yang
mempunyai gen yang baik akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai
umurnya. Akan tetapi, jika terjadi kelainan pada gennya dapat menyebabkan
tumbuh dan kembangnya terganggu. Contoh kelainan genetik pada manusia yaitu
albino. Ciri orang yang mengidap albino yaitu mata dan rambutnya berwarna
terang. Hingga saat ini kelainan albino ini belum dapat disembuhkan. Sementara
itu, janin dalam rahim bisa saja mempunyai kelainan kromosom sebelum lahir.
Kelainan kromosom tersebut dapat disebabkan oleh adanya kesalahan pada saat
pembelahan sel-sel embrio. Kesalahan pembelahan sel tersebut dapat menyebabkan
jumlah kromosom bertambah sehingga menyebabkan down syndrome.
b. Perbedaan Ras, Etnis, atau Bangsa
Selain
genetik, faktor lain yang dapat menentukan pertumbuhan dan perkem- bangan
manusia yaitu ras. Manusia akan tumbuh dan berkembang sesuai de- ngan rasnya
masing-masing. Tiap ras memiliki ciri yang berbeda-beda. Misalnya, tinggi badan
orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesia, dengan demikian postur tubuh
tiap bangsa berlainan. Di samping itu, warna kulit orang Asia cenderung lebih
gelap daripada orang Amerika. Warna rambut orang Asia juga berbeda dengan orang
Amerika, yaitu orang Asia cenderung berwarna hitam dan gelap, sedangkan orang
Amerika berwarna pirang.
c. Umur
Masa
prenatal, masa bayi, dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan
cepat dibandingkan dengan masa lainnya. Manusia tidak selamanya mengalami fase
pertumbuhan dan perkembangan. Ada masanya tumbuh kembang manusia berhenti pada
umur tertentu. Ketika manusia sudah dewasa maka manusia sudah tidak lagi berada
dalam fase tumbuh dan kembang lagi. Tumbuh dan kembang manusia dimulai dari
dalam rahim sampai dengan usia 18 tahun untuk perempuan dan 20 tahun untuk
laki-laki. Pada kisaran umur tersebut, pertumbuhan dan perkembangan terasa
lebih cepat daripada umur lebih dari itu.
d. Jenis Kelamin
Jenis
kelamin juga dapat menjadi faktor penentu pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Ketika masih bayi sampai anak-anak, pertumbuhan pada anak perempuan lebih cepat
daripada anak laki-laki. Oleh karena itu, tidak heran jika anak perempuan lebih
cepat berbicara dan berjalan daripada anak laki-laki. Akan tetapi, ketika masa
pubertes, keadaannya terbalik, yaitu pertumbuhan anak laki-laki lebih cepat
daripada anak perempuan. Biasanya, anak laki-laki akan memiliki gestur tubuh
lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan yang seumuran dengannya.
e. Pengaruh Hormon
Hormon
merupakan faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu saat janin berumur 4
bulan. Pada saat itu, terjadi pertumbuhan yang cepat. Hormon yang berpengaruh
terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar
pituitari. Selain itu, kelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang
berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang, gigi, dan otak.
Pada
masa remaja, hormon yang mengatur reproduksi mulai aktif. Pada masa ini terjadi
menstruasi pada perempuan. Di samping itu, hormon tersebut juga memengaruhi
perubahan bentuk tubuh, seperti payudara semakin membesar, pinggang semakin
terbentuk, tubuh semakin tinggi, dan suara menjadi halus. Hormon tersebut juga
membuat perempuan mulai menyukai lawan jenisnya. Sementara itu, perubahan
bentuk tubuh yang terjadi pada laki-laki yang telah memasuki masa remaja yaitu
tumbuhnya jakun di leher, tumbuh kumis dan jenggot, tumbuh rambut ketiak dan
rambut kemaluan, dada semakin bidang, dan suaranya menjadi lebih berat.
2.Faktor
Eksternal
Selain faktor internal, ada juga
faktor dari luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Adapun
berbagai macam faktor lingkungan yang dapat memengaruhi tumbuh dan kembang
manusia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu prenatal, kelahiran, dan pascanatal.
a. Faktor Prenatal
Faktor prenatal (selama
kehamilan) meliputi:
1) gizi, nutrisi ibu hamil akan memengaruhi
pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan.
2) mekanis, posisi janin yang abnormal
dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan congenital, misalnya club
foot.
3) toksin, zat kimia, radiasi.
4) kelainan endokrin.
5) infeksi torch atau penyakit menular
seksual.
6) kelainan imunologi.
7) psikologis ibu.
b. Faktor Kelahiran
Riwayat
kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forceps dapat menyebabkan
trauma pada kepala bayi sehingga berisiko terjadinya kerusakan jaringan otak.
c. Faktor
Pascanatal
Seperti
halnya pada masa prenatal, faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak
adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia,
psikologis, sosioekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, dan obat-obatan[7].
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua
proses fundamental yang berlangsung secara simultan, teratur, dan saling
melengkapi dalam seluruh rentang kehidupan manusia sejak masa konsepsi hingga
akhir hayat. Meskipun keduanya saling bergantung, terdapat perbedaan esensial
pada jenis perubahan yang terjadi, pertumbuhan berfokus pada aspek kuantitatif
fisiologis yang meliputi peningkatan ukuran, berat, panjang, serta diferensiasi
struktur sel dan organ tubuh yang bersifat ireversibel, sedangkan
perkembangan berorientasi pada aspek kualitatif yang mencakup peningkatan
kapasitas fungsi, kematangan struktur biologis, kecerdasan intelektual,
kematangan emosi, serta kemampuan psikososial individu.
Proses
dinamis ini termanifestasi secara nyata melalui empat kategori perubahan utama,
yaitu terjadinya penambahan ukuran fisik dan kemampuan kognitif, transformasi
proporsi tubuh serta pergeseran orientasi psikis dari fantasi menuju realitas,
lenyapnya ciri-ciri fisik dan perilaku lama masa kanak-kanak, serta munculnya
tanda-tanda baru berupa kematangan seksual primer-sekunder dan bertambahnya
rasa ingin tahu terhadap lingkungan dan nilai-nilai kehidupan. Kualitas
pencapaian tumbuh kembang peserta didik ditentukan oleh interaksi harmonis
antara faktor internal seperti
potensi genetik, latar belakang ras, usia, jenis kelamin, dan regulasi hormonal dengan faktor eksternal
lingkungan yang mencakup kecukupan gizi dan kesehatan ibu pada masa pranatal,
keselamatan proses kelahiran, hingga ketersediaan stimulasi belajar, kestabilan
sosioekonomi, serta kehangatan pengasuhan psikologis pada masa pascanatal.
Pemahaman yang menyeluruh terhadap dinamika ini menjadi landasan krusial dalam
dunia pendidikan guna merancang bimbingan dan layanan pembelajaran yang adaptif
terhadap kesiapan dan kebutuhan unik setiap individu.
B.Saran
Saran
Pendidik dan orang tua diharapkan dapat memahami pola serta tahapan
perkembangan fisik maupun psikologis anak secara komprehensif, sehingga
pendekatan pembelajaran dan pengasuhan dapat disesuaikan dengan tingkat
kesiapan peserta didik. Pemenuhan faktor eksternal secara optimal, terutama
asupan gizi seimbang, stimulasi lingkungan belajar yang tepat, serta
pendampingan psikologis yang suportif, perlu terus ditingkatkan guna mendukung
proses tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Selain itu, bagi penyusun
atau pengkaji materi selanjutnya, disarankan untuk memperdalam kajian mengenai
strategi bimbingan konseling praktis yang relevan dengan setiap fase
perkembangan peserta didik di lingkungan pendidikan formal.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilyani, Ratnasartika. Psikologi
Perkembangan Peserta Didik. Get Press Indonesia, 2023.
https://getpress.co.id/product/psikologi-perkembangan-peserta-didik.
Arifudin,
Opan. Perkembangan Peserta Didik: Tinjauan Teori-Teori Dan Praktis.
Bandung: Widina, 2022.
Bawono,
Yudho. Teori-Teori Psikologi Perkembangan. Cakrawala Satria Mandiri,
2021.
Desmita.
Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2009.
Mariyati,
Lely Ika, and Vanda Rezania. Buku Ajar Psikologi Perkembangan Manusia I.
Sidoarjo: UMSIDA Press, 2021.
Rahmat,
Pupu Saeful. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara, 2021.
Siswanti,
Dian Novita, Muh. Daud, and Novita Maulidya Jalal. Buku Ajar Psikologi
Perkembangan Anak. Prenada Media, 2023.
https://prenadamedia.com/produk/buku-ajar-psikologi-perkembangan-anak-2/.
[1] Desmita, Psikologi
Perkembangan Peserta Didik (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009).
[2] Opan Arifudin, Perkembangan
Peserta Didik: Tinjauan Teori-Teori Dan Praktis (Bandung: Widina, 2022).
[3] Yudho Bawono, Teori-Teori
Psikologi Perkembangan (Cakrawala Satria Mandiri, 2021).
[4] Pupu Saeful Rahmat, Perkembangan Peserta Didik (Jakarta: Bumi Aksara, 2021).
[5] Lely Ika Mariyati and Vanda Rezania, Buku Ajar Psikologi Perkembangan Manusia I
(Sidoarjo: UMSIDA Press, 2021).
[6] Ratnasartika Aprilyani, Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Get Press Indonesia, 2023),
https://getpress.co.id/product/psikologi-perkembangan-peserta-didik.
[7] Dian Novita Siswanti, Muh. Daud, and Novita Maulidya
Jalal, Buku Ajar Psikologi Perkembangan
Anak (Prenada Media, 2023),
https://prenadamedia.com/produk/buku-ajar-psikologi-perkembangan-anak-2/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar